Saturday, January 7, 2012

Dampak Perdagangan Bebas Terhadap Perekonomian Indonesia



1.       Pendahuluan 
       Liberalisasi perdagangan ACFTA yang belaku sejak 1 Januari 2003 akan menyebabkan makin terbukanya pasar dikawasan ASEAN dan mempengaruhi ekspor Indonesia.Oleh karena itu  produsen di tingkat nasional harus meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing dengan produk dari negara lain. Persaingan global merupakan momok yang mengerikan bagi para pengusaha industri terutama industri menengah dan kecil. Dengan adanya ACFTA, hal in menjadi monster yang menyeramkan. Permasalahan ekonomi kerap kali muncul mengenai berbagai pemenuhankebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan meningkat. Maka dari itu, dampak akan perekonomian Indonesia adanya perjanjian AFTA-China harus lebih diperhatikan. Hal ini perlu adanya solusi, pemikiran dan sikap/ mental yang harus dipersiapkan dalam menghadapi persaingan global ini.
2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya terdapat berbagaimasalah yang berkaitan dengan perdagangan bebas dan peningkatan daya saing yaitusebagai berikut :
a)       Bagaimana Pengendalian produk luar negeri agar produk Indonesia bisa laku dipasaran daripada produk luar negeri?
b)       Apa yang harus di upayakan pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing?

3.Tujuan dan Manfaat

Tujuan penulisan karya tulis ini untuk mengetahui dasar ekonomi perdagangan bebas Indonesia yang terkait terhadap kualitas produk indonesiadan hal yang harus dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap produk luar negeri yang datang. Secara spesifik manfaat karya in sebagai berikut :
a)       Karya tulis tentang perdagangan bebas global ini kiranya dapat disumbangkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan khususnya pada peningkatan daya saing perdagangan.
b)        Karya








4. Dasar Teori

a)       Ekonomi Indonesia
Indonesia memiliki potensi alam yang sangat banyak. Kegiatan ekonomi Indonesia sangat berpengaruh terhadap pendapatan nasional, akan tetapi kebijakan yang ada saat ini belum sepenuhnya dapat mengatur keseimbangan ekonomi di Indonesia. Sistem ekonomi yang dipakai Indonesia sekarang adalah sistem ekonomi campuran, yang artinya suatu sistem organisasi ekonomi yang ditandai dengan keikutsertaan pemerintah dalam hal penentuan cara-cara mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat. Dengan kata lain pemerintah ikut secara langsung dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah juga menetapkan berbagai peraturandan undang-undang agar mekanisme pasar dapat berfungsi dengan lebih sempurna,dan persaingan kurang sehat dapat diatasi. Tetapi sistem ekonomi ini malah membuat Indonesia tidak bisa memfokuskan perekonomian rakyat.
Ketidak merataan pemilikan faktor-faktor strategis, khususnya sumberdaya alam sebagai tantangan bersama, akantetapi yang menjadi perhatian adalah apabila ketidak merataan tersebut merupakan salahsatu kelemahan yang diakibatkan oleh sistem pembangunan ekonomi yang terpusat yang dianut di masa lalu.Terjadinya ketidak seimbangan alokasi dan distribusi anggaran per masing-masing sektor dan sub-sektor ini mengakibatkan eksploitasi yang kurang seimbang terhadap sumber-sumber alam. Akibatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak rentan terhadap gejolak pertumbuhan ekonomi dunia yang memang memiliki konjungtur naik-turun. Kita selalu direpotkan dengan terjadinya gejolak harga pasar dunia atas bahan bakar minyak (Migas) yang semenjak masa merdeka sampai akhir  pemerintahan Orde Baru devisa kita menggantungkan diri pada hasil migas.Pemusatan harapan pada sektor ini mengakibatkan tertinggalnya sektor nonmigas. Juga terjadinya pemusatan pembangunan industri skala besar dan berteknologi tinggi secara umum, mengakibatkan tertinggalnya sub-sektor industri kecil dan kerajinan, sektor pertanian dan perikanan.
            Ekspor dan impor juga menjadi utama bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983. Sejak saat itu, ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari penekanan padaindustri substitusi impor ke industri promosi ekspor. Konsumen dalam negerimembeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik, menjadi sesuatu yang sangat lazim. Persaingan sangat tajam antar berbagai produk. Dalam hal demikian, perlu adanya keseimbangan pasar.










b)      Perdagangan bebas global
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepadaHarmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahanyang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barangimpor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yangdidukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakanhambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut seringdikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.

c)       Faktor-faktor yang Mempengaruhi  Keberhasilan Perdagangan  Bebas
Pertama, Industri sangat mempengaruhi dalam perdagangan bebas global.Kalangan industri telah berulang kali mengemukakan bahwa rendahnya daya saing industri disebabkan oleh permasalahan seperti keterbatasan suplai energi dan biaya yang tidak bersaing, sistem dan aturan ketenaga kerjaan tidak terkait produktivitas,infrastruktur jalan dan pelabuhan, prosedur kepabeanan serta kinerja birokrasi yang menghambat arus barang, akses pendanaan terbatas dan bunga kredit yang tidak  bersaing, hingga persaingan di pasar yang tidak fair. Dengan belum adanya perbaikan yang berarti di sisi kebijakan pemerintah, pelaku industri, terutama industri manufaktur, jauh-jauh hari telah merekomendasikan peninjauan ulang semua FTA yang telah diteken pemerintah.
Kedua, merek ternama masih menjadi gantungan karena membuat merek sendiri tidak mudah, dibutuhkan banyak promosi yang memakan biaya besar. Pasar lokal sepatu Indonesia nilainya mencapai Rp 25 triliun. Merek lokal menguasaisekitar 60 persennya melalui merek-merek Carvil, Bata, Ardiles, dan Homyped. Porsi itu turun menjadi hanya sekitar 40 persen setelah masuknya barang China, Taiwan,Thailand, dan Malaysia (Yanuar 2008)2.Sedangkan menurut M. Porter (1997)3. Porter dan  Sihaan (2009)menawarkan kata kunci dalam memengkan persaingan global yaitu; Factor Condition.Yaitu sumber daya(resources)yang dimiliki oleh suatu negara meliputi: Sumber Daya Manusia (human resources), Sumber Daya Alam (physical resources), IlmuPengetahuan dan Teknologi ( knowledge resources ), Permodalan (capital resources)dan Prasarana(infrastructure resources)Demand Condition. Permintaan sebagai salah satu faktor penting dalammenunjang keunggulan daya saing, dan kondisi permintaan dimaksud meliputi :Konsumsi dalam negeri, Skala dan jumlah permintaan dalam negeri, pertumbuhan pasar, dan trend permintaan pasar internasional.







5. Analisis

A.     Kualitas Sumber Daya Alam
Kualitas pengelolaan usaha oleh sumber daya manusia yang berkiprah dalam  dunia usaha kecil menurut hasil survey yang dikemukakan oleh Tim Lembaga Penelitian IPB dalam Lokakarya Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal dalam Rangka Otonomi Daerah, di Jakarta pasca bulan Pebruari 2001 dinyatakan dalam kategori baik.Yang perlu mendapat perhatian adalah tentang adanya perilaku bisnis yang kurang mendukung. Tentunya solusi untuk itu adalah perlunya lembaga pelatihan yang dapat merubah dan mengarahkan perilaku agar sesuai dengan tuntutan bisnis.
Bagaimana pemerintah daerah dapat menyikapi fenomena ini tentu termasuk  juga mempengaruhi kesiapannya dalam menjalankan peningkatan ekonomi wilayah.Sebagai bahan pembanding boleh kita melihat bagaimana kemajuan industri padat karyayang dilakukan oleh negara China, dimana menurut realita bahwa produk-produk (tekstil,elektronik dan sepeda motor) yang membanjiri pasar Indonesia saat ini adalah merupakanhasil industri padat karya. Sumber daya alam Indonesia pada umumnya masih berupasumber daya alam murni yang masih harus memerlukan olahan lebih lanjut untuk mendapatkan dan menambah nilai ekonomis. Sumberdaya alam mumi selama ini lebih banyak digunakan sebagai input produksi bagi industri-industri besar termasuk logam dankimia, yang selama ini Indonesia mengekspornya dalam bentuk murni sedangkan pengolahan selanjutnya dilakukan di negara lain. Sebagai contoh, Sumber Daya AlamMigas, Kimia dan hasil tambang lainnya seperti yang dilakukan oleh Freeport, Pertamina dan sebagian usaha perikanan. Akibatnya kita kurang dan bahkan tidak mendapatkan nilai tambah dan nilai garda (multyflier effect ) atas olahan tersebut. Sedangkan Sumber Daya yang selama ini dikelola oleh industri kecil dan menengah lebih banyak Sumber Daya yang bersifat hasil ikutan dari industri besar (Sihaan (2009).
B.     Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mengandung makna yang tidak terpisahkan, karena teknologi merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan. Harus kitaterima bahwa faktor Iptek masih memerlukan perjuangan yang sangat panjang.Kelemahan yang ada selama ini, adalah pembangunan Iptek dilakukan hanya untuk mengejar prestige di mata Internasional. Terjadinya pengerahan dana yang sangat besar untuk pemilikan peralatan, modal tidak rnendukung input produksi industri kecil.Sehingga produk-produk yang kita miliki yang tadinya memiliki keunggulan komparative tidak tereksploitir seperti argo industri pertanian dan perkebunan, perikanan dan peternakan, juga industri kerajinan.







C.     Pengendalian terhadap Impor Barang Luar Negeri
 Pengendalian terhadap impor barang luar negeri dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat agar membeli barang Indonesia karena akan mendukung laju peningkatan daya saing, karena barang-barang impor dari luar negeri banyak yang kualitasnya bagus dan murah dibanding produk Indonesia. Hal itu dapat menyebabkanIndonesia kehilangan daya saing. Maka diperlukannya iklan-iklan dan sosialisasiterhadap masyarakat akan cinta produk asli Indonesia. Peningkatan industri lokaldiperlukan agar kualitas produk Indonesia dapat bersaing di dalam maupun di luar.
D.     Upaya Pemerintah
Upaya yangdilakukan pemerintah Pertama, tentu saja Pemerintah harus pekaterhadap kondisi ini. Pemerintah jangan hanya menunggu dan baru bertindak ketikaindustri kita mulai mati atau bangkrut. Sudah saatnya Pemerintah memberlakukansafeguard (perlindungan pasar) terhadap barang khususnya produk China, yaitu dengancara menaikkan tarif bea masuk khusus untuk produk Cina. Hal itu bukan tindakan tabukarena Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa pun melakukan tindakan tersebut. Bahkan tindakan safeguard ini diperbolehkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Kedua, Pemerintah juga bisa melindungi produk dalam negeri yaitu denganmelakukan pengawasan mutu. Artinya produk dari luar yang tidak sesuai dengan standar mutu Indonesia yang telah ditetapkan, dilarang masuk ke pasar domestik. Ini dapatmencegah produk-produk yang tidak berkualitas masuk ke Indonesia, seperti yangsekarang ini kerap terjadi.
Ketiga, praktek KKN dan berbagai pungutan liar yang dilakukan Pemerintah disemua lapisan harus dibersihkan. Kalau tidak maka hal ini akan menyebabkan biayaekonomi tinggi yang berpengaruh terhadap daya saing produk dalam pasar intemasional.
Keempat, yang tidak kalah pentingnya, Pemerintah harus memperbaikiinfrastruktur yang ada dan meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia (SDM) agar dapat mendukung industri dalam negeri dalam menghadapi persaingan pasar bebas. SDM yang berkualitas dapat dilakukan dengan meningkatkan mutu pendidikan serta menjamin biaya pendidikan yang murah.
Yang terakhir, kita sebagai bangsa Indonesia, harus lebih mencintai produk lokalketimbang produk asing. Bagaimanapun juga, kebebasan itu jatuh pada kita sebagai konsumen untuk memilih, apakah produk luar yang kebarat-baratan atau dengan harga yang sangat murah namun dengan kualitas yang tidak jelas ataukah produk sendiri yangmerupakan hasil karya anak bangsa sendiri. Kalau kita memilih produk lokal, berarti kitaikut membantu memajukan industri dalam negeri, yang secara tidak langsung ikut mensejahterahkan masyarakat.Bila kelima hal tersebut dilakukan maka niscaya di era globalisasi dan perdagangan bebas ini, Indonesia akan mampu bangkit dan bersaing di pasar domestik maupun di pasar global sehingga diakui dimata dunia dan pada gilirannya dapatmemberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang diharapkan seluruh rakyat Indonesia.





E.      Permodalan
Untuk menghindari rasa apriori tentang permasalahan permodalan ini, maka penulis lebih memfokuskan uraian mengenai kondisi permodalan yang ada di daerah nota bene pemerintah daerah. Sumber kapital yang dimiliki oleh pemerintah daerah selama inilebih banyak bersumber dari pemerintah pusat, yang jumlahnya dilakukan atas dasar  pendekatan aktivitas pembangunan daerah.Data yang diperoleh dari pusat ini secara rational tidak akan mungkin dapatmenghasilkan simpanan karena penetapan besamaya dilakukan melalui pendekatan biaya.Artinya bahwa jumlah dana yang diterima tersebut akan dialokasikan untuk membiayaiaktivitas yang telalh ditetapkan prinsip berimbang. Rasionalnya bahwa penghasilan pemerintah daerah bersumber dari pendapatan daerah yang diperoleh atas penyediaan
            barang dun jasa. Akan tetapi sesuai dengan sistem yang dianaut, bila penerimaan daerahyang bersumber dari barang dan jasa ini tersentralisir dan didistribusik lagi ke daerahmelalui aktivitas riel dalam pelayanan masyarakat berupa penyediaan infrastruktur dalamdana lainnya seperti fasilitas umum dan sosial.Dengan demikian sudah dapat diperkirakan kondisi capital daerah secara umumsaat ini, apabila dihubungkan dengan tuntutan pembangunan ekonomi daerah. Sehingga peranan lembaga keuangan dan perbankan dapat menjadi tumpuan dalam maengatasikendala permodalan ini, akan tetapi kondisi lembaga keuangan dan perbankan saat inisama halnya dengan yang dialami oleh sektor riel. Akhimaya bahwa untuk menjadikan fungsinya sebagai lembaga penarik dan penyalurkan dana akan bertindak sangat selektif dengan prinsip nyaman dan cepat kembali.Altematif lain yang menjadi harapan untuk mendapatkan dana penyanggah(revolving fund ) dalam penggerak ( starting fttnd)
bagi aktivitas ekonomi di daerah adalahmasing-masing daerah harus menciptakan kondisi ekonomi menjadi menarik (favorable) bagi investor/penanam modal asing (H. Hady. 1996 dalam (Pardede 2009). Menarik  berarti bukan hanya dari segi substansi bisnis akan tetapi lebih menyangkut kenyamananmenyeluruh sebagaimana yang tersebut dalam indikator Country Risk sebagai salah satu

6.Kesimpulan
Globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas antar negara dapat meningkatkankesejahteraan dan kemakmuran suatu negara yang ikut dalam perdagangan bebas, denganmengandalkan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulankompetitif. Hal ini dapat dicapai dengan cara menghilangkan berbagai hambatan perdagangan baik hambatan tarif maupun hambatan bukan tarif sehingga tercipta aliran perdagangan yang semakin cepat dan meningkatnya volume perdagangan antar negara.
Dampaknya jelas akan memakan korban yaitu industri-industri yang tidak siapmenghadapi persaingan global terutama industri kecil, industri ini akan mati pelan-pelan,kemudian meminta korban berikutnya yakni jutaan pengangguran. Fenomena ini sudahterjadi namun kita menyaksikan Pemerintah cenderung menutup mata, melihat keadaanyang tidak sehat ini.
Kunci keberhasilan dalam menghadapi perdagangan bebas adalah terletak padakesiapan dari negara itu sendiri. Kesiapan suatu negara dapat dilihat dari kesiapanInfrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). Berdasarkan survei dan pendapat para pengamat, bahwa infrastruktur di tanah air belum mendukung untuk menghadapi perdagangan bebas, ditambah lagi kualitas Sumber Daya Manusia SDM kita masihrendah.
Pemerintah dalam meningkatkan persaingan menghadapi perdagangan bebasglobal sangat berperan penting. Mengingat produk Indonesia yang kualitasnya minim,sehingga bisa terjadinya pembelian besar-besaran terhadap barang impor yang masuk.Perlunya juga peran aktif dari masyarakat agar tidak terlalu tertarik oleh produk impor yang masuk, agar terjadinya keseimbangan pasar.
7. Daftar Pustaka


            Prasetya,Hery.2011.Manajemen Operasi.Cetakan Pertama.Jakarta Selatan:CAPS
           
Kobi,Daud S.T.2011.Transaksi Ekspor Impor.Edisi Ke-2.Yogyakarta:ANDI OFSET

Porter,M.1985. Harapan dan tantangan ekonomi lokal menuju perdagangan bebas,Jakarta:Porter dalam sihaan


Internet
            www.Anne-Ahira.com





[1] Daud S.T. Kobi, Transaksi Ekspor-Impor(Yogyakarta:ANDI OFFSET,2011),hal.2

[2]Yanuar, Transaksi Ekspor-Impor(Yogyakarta:ANDI OFFSET,2011),hal.5
3M.Porter, Harapan dan tantangan ekonomi lokal menuju perdagangan bebas (Jakarta:Porter dalam sihaan,1985),hal 30
4ibid,hal 35
5Hery Prasetya,Manajemen Operasi(Jakarta selatan:CAPS,2011),hal 61


6 Yanuar,op.cit,hal 86
7 Anne Ahira,ekspor impor,www.Anne-Ahira.com
8 Hery Prasetya,op.cit. hal 137


No comments:

Post a Comment